Senin, 28 Februari 2011

PSIKOLINGUISTIK

JAWABAN PSIKOLINGUISTIK
Riki Mulki
1. Konsep dasar psikolinguistik
Istilah “psikolinguistik” merupakan ilmu antardisiplin
psikologi dan linguistik, yang menelaah dan membahas beberapa
hal, antara lain: (a) hubungan bahasa dengan otak  serta kejiwaan;
(b) proses penyandian  (encoding) dan pemahaman sandi (decoding);
(c) pengetahuan bahasa, pemakaian bahasa, dan perubahan bahasa;
(d) proses yang terjadi pada pembicara dan pendengar di   dalam
kaitannya dengan bahasa;  (e)  pemerolehan bahasa dan perilaku
linguistik;  (f)  hubungan kebutuhan ekspresi dan komunikasi; (g)
perkembangan bahasa anak;  dan  (h)  proses psikologis dalam
pembentukan atau pemahaman kalimat.
    
2.  Lingkup Psikolinguistik
  Objek psikolinguistik adalah  bahasa, gejala jiwa, dan
hubungan di  antara keduanya. Bahasa yang berproses dalam jiwa
manusia yang tercermin dalam gejala jiwa. Bahasa dilihat dari
aspek psikologis, yakni proses bahasa yang terjadi pada otak
(mind), baik pada otak pembicara maupun otak pendengar. Aspek-
aspek yang penting dalam cakupan garapan psikolinguistik, antara
lain:  (a)  kompetensi (proses bahasa dalam komunikasi dan
pikiran); (b)  akuisisi (pemerolehan bahasa); (c)  performansi (pola
tingkah laku berbahasa); (d) asosiasi verbal dan persoalan makna;
(e)  proses bahasa pada orang abnormal; (f)  persepsi ujaran dan
kognisi; dan (g) pembelajaran bahasa.
  Psikolinguistik memiliki subdisiplin, antara lain,
psikolinguistik teoretis, psikolinguistik perkembangan, psikoli-
nguistik sosial, psikolinguistik edukasional, neuropsikolinguistik
psikolinguistik eksperimen, dan psikolinguistik terapan.

 2

3. Sejarah psikolinguistik
Psikolinguistik dimunculkan pada  tahun 1950 oleh George
Miller & Charles Osgood.  Setahun kemudian, diadakan  Seminar
Psikolinguistik di Universitas Cornell dengan  sponsor The Social
Science Research Council (SSRC), yang melibatkan 5 pakar, yakni 3
pakar psikologi (John Caroll, Charles Osgood, Thomas A. Sebeok)
dan 2 pakar linguistik (Joseph Greensberg,  Floyd Lounsbury).
Kemudian, terbitnya buku psikolinguistik yang  pertama, yakni
Psycholinguistics: A Survey of Theory and Research Problems  (Osgood
& Sebeok, 1954).
Sosialisasi psikolinguistik  dilakukan melalui jurnal seperti
pada  International Journal of American Linguistics dan The Journal of
Abnormal and Social Psychology. Usaha itu diperluas oleh Southwest
Project in Comparative Psycholinguistics  dengan mengadakan
konferensi di berbagai tempat dengan topik: (1) “Kedwibahasaan”
di Universitas Columbia, 10-111 Mei 1954; (2) “Isi Psikolinguistik”
di Universitas Illinois, 9-10 Pebruari 1955; (3) “Proses Asosiasi dlm
Prilaku verbal” di Universitas  Minnesota, 25-26 April 1955; (4)
“Dimensi Makna Analisis dan Pendekatan Eksperimental” di
Universitas Yale, 17-18 Mei 1956; (5) “Gaya bahasa” di Universitas
Indiana, 17-19 April  1958; (6)  “Apasia” di Universitas Boston, 16
Juni-25 Juli 1965; (7)  “Kesejagatan Bahasa” di Gold House, Dobbs
Ferry, 13-15 April 1961; dan (8)  The Annual Symposium of the
Association Francaise de   Psychologie di Neuchatel, 1962.
    Perkembangan psikolinguistik tampak dengan terbutnya
buku-buku seperti: (a)  Trends in Content Analysis  (I de Sole Pool
(Ed.), 1959); (b) Style in Language (Sebeok (Ed.), 1960); (c) Approaches
to the Study of Aphasia  (Osgood & Murray S. Miron, 1963); (d)
Universals of Language  (Greensberg, 1963); (e)  Psycholinguistics: A
Book of Readings  (Sol Saporta (Ed.), 1961); (f)  Psycholinguistics: A
Survey of Theory and Research Problems  (Osgood & Sebeok (Ed.),
1965); (g) A Survey of Psycholinguistics Research 1954-1964  (Diebold 3

& Miller,  1965); (h)  Language & Language Acquisition  (Lowenthal,
Vandamme,    Cordier, 1967); (i)  Papers on Language Acquisition,
Language Learning and Language Teaching,  (Henning Wode (Ed.),
1983); (j)  Psycholinguistics: An Introduction to The Psychology of  
Language  (Foss Donald & David T.hakes (1978); (k)  Handbook of
Applied Psycholinguistics: Major Thrusts of  Research and Theory
(Rosenberg Sheldon (Ed.), 1982); dan (l)  Psycholinguistics  (Michael
Garman, 1990).
  Di Indonesia perkembangan psikolinguistik ditengarai
dengan terbitnya buku:  Psikolinguistik  (Samsunuwiyati Marat,
1983);  Psikolinguistik  (H.G.Tarigan, 1985);  Psikolinguistik Moden
(Mangantar Simanjuntak, 1987); Aspek-aspek Psikolinguistik  (Mansur
Pateda, 1990);  Psikolinguistik  (Sri Subyakto-Nababan, 1992);
Psikolinguistik  (Soenjono  Dardjowidjojo, 2002); dan  Psikolinguistik
(Abdul Chaer, 2003)


4. Transformasi sebagai dasar kelahiran psikolinguistik
  Istilah  “transformasi” lahir dari konsep Avram Noam
Chomsky yang beraliran mentalisme dengan sebutan Tatabahasa
Transformasi Generatif. Konsep ini diawali oleh bukunya yang
berjudul  Syntactical Structure  (1957) dan  Aspect of the Theory of
Syntax  (1965). Ada .... hal penting berkaitan dengan teori
transformasi, yakni tatabahasa, .
  Pertama, tata bahasa adalah teori suatu bahasa. Unsur utama
tata bahasa adalah kalimat. Kalimat yang dihasilkan harus diterima
oleh pemakai bahasa  (external conditions of adequacy).  Tata bahasa
harus general (condition of generality).  Tata bahasa (grammar)
merupakan seperangkat maujud yang  dikuasai oleh kaidah
bersusun (ordered rules) atau kaidah modifikasi (modification of
rules). Tata bahasa berkaitan dengan tiga komponen: fonologis,
sintaktis, dan semantis.  Komponen sintaktis (syntactic component) 4

adalah sentral. Di dalamnya berisi kaidah  (rules) dan leksikon
(lexicon) serta relasinya, yang menurunkan adegan batin (deep
structure) menjadi adegan lahir (surface structure). Adegan batin dan
adegan lahir dihubungkan melalui kaidah transformasi
(transformational rules).  Komponen semantis (semantic component)
diasosiasikan secara mendasar pada adegan batin, yang
menghasilkan representasi semantis (semantic representation).
Komponen fonologis (phonological component) diasosiasikan secara
mendasar pada  struktur  lahir, yang menghasilkan representasi
fonetis (phonetic representation).
  Kedua, struktur batin (deep structure) dan struktur lahir
(surpace structure).  Struktur batin adalah output dari kaidah
struktur frase dan leksikon serta input pada transformasi dan
komponen semantis; biasanya mendasari kalimat atau frase.
Struktur lahir adalah output dari transformasi dan input
komponen fonologi; biasanya berupa hubungan gramatikal antara
kata-kata dalam frase atau kalimat.  
  Ketiga, penutur bahasa berkaitan dengan kompetensi dan
performansi.  Kompetensi (competence) merupakan pengetahuan
yang dipunyai oleh  pemakai bahasa tentang bahasanya, baik
fonologis, sintaktis, maupun semantis.  Kompetensi enjadi objek
tatabahasa generatif. Oleh karena itu, tatabahasa harus mampu
menggambarkan kemampuan pemakai bahasa.  Sementara,
performansi (performance)  merupakan  pemakaian bahasa dalam
keadaan yang nyata atau sebenarnya.  
  Keempat, kompetensi penutur bahasa berkaitan dengan
kreativitas bahasa  (language creativity) atau produktivitas bahasa
(language productivity)  yang merupakan ciri keuniversalan bahasa.
Kreativitas bahasa memiliki empat aspek, yakni (a) ketakterbatasan
ekspresi lunguistik,  (b) relatif bebas dari pengawasan stimulus, (c)
keserasian ujaran dengan keadaan, dan (d) kesanggupan mencipta
leksikon baru. 5

5. Aliran Mentalisme
  Tatabahasa transformasi generatif yang dipelopori oleh
Chomsky dan mendasari kemunculan psikolinguistik, bertolak dari
paham psikologi mentalisme. Paham ini memiliki ciri-ciri, antara
lain:
(a) Pikiran (mental) seseorang mempengaruhi bahasa.
(b) Setiap orang lahir dianugrahi kemampuan berbahasa (innate
ability)
(c) Tatabahasa merupakan sekumpulan kaidah fonologis,
sintaksis, dan semantis.
(d) Penutur bahasa memiliki  kompetensi  yang mampu
mentransformasikan struktur dasar ke dalam struktur luar
yang merupakan performansi.
(e) Terdapat kreativitas bahasa, yakni dengan unsur dan kaidah
yang terbatas dapat menciptakan beribu-ribu kalimat yang
tiada terhingga.
(f)  Di dalam bahasa terdapat struktur batin  (struktur dasar
yang tak teramati) dan struktur lahir (tulisan atau ujaran).
(g) Terdapat pemerolehan (akuisis) bahasa dan pembelajaran
bahasa. 

Kamis, 16 Desember 2010

BAGI SISWA YANG NILAINYA KURANG DARI 60 KERJAKAN SOAL DIBAWAH INI


SOAL-SOAL REMIDIAL KERJAKAN MINIMAL 30 PG & 3 ESSAY
I.        Pilihan Ganda

1.       Seni rupa murni dikenal dengan istilah ...
a.       Applied art
b.      Fine art
c.       Artistik
d.      Antik
2.       Jika kita akan membuat patung dari tanah liat maka teknik yang tepat digunakan adalah …
a.       Pres
b.      Cetak
c.       Pahat
d.      Membutsir
3.       Lagu-lagu berikut yang berasal dari Jawa Barat …
a.       Sirih kuning, bungong jeumpo
b.       Tokecang, ondel-ondel, kicir-kicir
c.       Sirih kuning, pileuleuyan, bubuy bulan
d.       Manuk dadali, karatagan pahlawan, sabilulungan
4.       Seorang ahli music dari Jawa Barat yang pertama kali mengubah tangga nada pentatonic menjadi tangga nada diatonis pada musik angklung adalah …
a.       Koko Koswara
b.       Daeng Sutisna
c.       Agung Gumelar
d.       Edi Sunarya
5.       Suatu aliran yang menggambarkan segala sesuatu yang berhubungan dengan khyalan dan imajinasi disebut aliran …
a.       Dadaisme
b.       Kubisme
c.       Surealisme
d.       Dekoratif
6.       Salah satu perupa yang beraliran expressionisme adalah …
a.       Apandi
b.       Srihadi
c.       George’s Seurat
d.       Salvador Doll
7.       Tari Anjasmara berasal dari daerah …
a.       Jawa Barat
b.       Bali
c.       Jawa Tengah
d.       Sulawesi
8.       Salah satu contoh tari tradisional Bali adalah …
a.       Tari Seudati
b.       Tari Badai
c.       Tari Pendet
d.       Tari Rodat
9.       Lagu kicir-kicir memiliki birama …
a.       4/4
b.       ¾
c.       2/4
d.       6/8
10.   Panjang pendek nada yang terdapat pada melodi budaya lagu akan membentuk …
a.       Irama
b.       Melodi
c.       Birama
d.       Harmoni
11.   Properti pada tari tunggal (Anjasmara) menggunakan …
a.       Busana tradisional
b.       Subang (anting-anting), bedak dan alis
c.       Selendang
d.       Topeng dan selendang
12.   Seni rupa yang tercipta dengan bebas tanpa mempertimbangkan segi, fungsi atau kegunaan disebut …
a.       Seni murni
b.       Seni terapan
c.       Seni bebas
d.       Seni abstrak


13.   Tema dalam karya seni rupa diungkapkan dalam bentuk …
a.       Realis
b.       Abstrak
c.       Simbolis
d.       Realis maupun simbolis
14.   Ciri-ciri musik daerah adalah … kecuali..
a.       Bersifat sederhana
b.       Memuat suatu makna
c.       Menggunakan tangga nada pentatonis dan diatonis
d.       Menggunakan instrumen tiup
15.   Moderato suatu lagu bertempo …
a.       Cepat
b.       Biasa
c.       Sedang
d.       Cepat tergesa-gesa
16.   Tari Kathakali berasal dari …
a.       Thailand
b.       India
c.       Jepang
d.       Korea
17.   Berikut ini adalah unsur-unsur tari, kecuali …
a.       Wiraga
b.       Wirama
c.       Wirupa
d.       Wirapu
18.   Kostum tari balet berupa rok pendek yang mekar disebut …
a.       Tuta
b.       Tungku
c.       Ratu
d.       Titu
19.   Pola retmik dari berbagai hentakan kaki penari adalah ciri khas dari tari …
a.       Flamenco
b.       Berber
c.       Balet
d.       Piring
20.   Patung yang dibuat dengan posisi berdiri tegak dari kepala hingga kaki disebut patung …
a.       Bass
b.       Borso
c.       Zonde
d.       Free standing
21.   Patung dirgantara di Pancoran Jakarta termasuk jenis patung …
a.       Torso
b.       Bass
c.       Free standing
d.       Zonde
22.   Patung di bawah ini yang merupakan monument adalah …
a.       Patung Diponogoro
b.       Patung Budha
c.       Patung Selamat Datang
d.       Patung Rama dan Sintha
23.   Patung yang di buat dengan mengubah bentuk alam, menurut gagasan dan imajinasi pematung termasuk aliran …
a.       Abstrak
b.       Rasialis
c.       Deformatif
d.       Romantis
24.   Penemu sistem solmisasi adalah …
a.       J. S. Bach
b.       Beethoven
c.       St. Gregory
d.       Gudio D’arezzo
25.   Musik yang berkembang pada zaman pertengahan bersifat …
a.       Konser
b.       Menghibur
c.       Konsersial
d.       Liturgi (keagamaan)

26.   Komponis yang disebut anak ajaib pada periode klasik adalah …
a.       Franz Joseph Haydn
b.       Wolfgang Amendius Mozart
c.       Ludding Van Bethoven
d.       George Fridenich Handel
27.   Musik Betawi yang biasa dimainkan saat upacara pernikahan adalah …
a.       Kolintang
b.       Rebana
c.       Tanjidor
d.       Gamelan degung
28.   Tari Hula identik dengan Hawaii karena …
a.       Gerakan tubuh penarinya merupakan tiruan gerak tumbuhan dan hewan
b.       Merupakan musik dari Afrika
c.       Putaran penuh dengan 2 tahap
d.       Menggunakan irama perkusi
29.   Yang termasuk dalam jenis Dansa Ballroom Standar adalah …
a.       Jive
b.       Slow foxtrol
c.       Cha-cha
d.       Samba
30.   Tepukan tangan atau hentakan kaki adalah ciri khas tarian …
a.       Kreasi baru
b.       Kontemporer
c.       Zaman modern
d.       Zaman prasejarah
31.   Hal-hal yang harus dimasukkan dalam proposal, kecuali …
a.       Dasar pemikiran
b.       Kwitansi donatur
c.       Nama kegiatan
d.       Susunan panitia
32.   Dengan melihat pameran, keinginan kita untuk membuat karya seni akan muncul, hal ini pameran berfungsi untuk …
a.       Meningkatkan apresiasi
b.       Cakrawala budaya
c.       Meningkatkan daya ekspor
d.       Menciptakan kecintaan terhadap karya seni
33.   Tata letak suatu karya seni dalam pameran memiliki fungsi sebagai berikut, kecuali …
a.       Daya tarik
b.       Keteraturan
c.       Kenyamanan
d.       Publikasi
34.   Fungsi seorang sutradara, kecuali …
a.       Mencari sponsor pementasan
b.       Melatih pemain
c.       Memiliki para pemain
d.       Melakukan penafsiran naskah
35.   Dramatorgi adalah …
a.       Proses latihan teater
b.       Keahlian dan teknik penyusunan karya
c.       Keahlian dan teknik penyusunan karya dramatik
d.       Tata artistik
36.   Teater tradisional wayang orang berasal dari kota …
a.       Yogyakarta
b.       Semarang
c.       Surabaya
d.       Madiun
37.   Istilah teater berasal dari Yunani dengan kata …
a.       Theatron
b.       Thetron
c.       Teatronk
d.       Teatoron
38.   Peranan sutradara lebih terlihat jelas pada pertunjukan seni teater …
a.       Daerah
b.       Modern
c.       Rakyat
d.       Tradisional

39.   Sekolah teater pertama di Indonesia didirikan di Yogyakarta adalah …
a.       IKJ
b.       IKSI
c.       ATNI
d.       ASDRAFI
40.   Buku yang dihasilkan oleh teater tradisonal media adalah …
a.       Pengetahuan tentang teater
b.       Mengenal drama
c.       Pengetahuan tentang drama
d.       Mengenal drama dari media

II.     Essay

41.   Jelaskan 4 (empat) teknik pembuatan patung !
42.   Jelaskan seni teater sebagai seni kolektif induk seni !
43.   Apa yang dimaksud aliran abstrak ?
44.   Sebutkan 4 (empat) jenis suara dalam paduan suara ?
45.   Jelaskan unsur-unsur tari :
a.       WIRAGA
b.       WIRAMA
c.       WIRASA
d.       WIRUPA
JAWABAN DITULIS DI COMENT DIBAWAH INI

NASKAH PARA JAHANAM.......


PARA JAHANAM!
Naskah: Zulfikri Sasma

Adaptasi Cerpen LAMPOR Karya Joni Ariadinata
Para Pelaku:
JOHARI (suami)
TUMIYAH (istri)
ROS (anak perempuan)
UJANG (anak laki-laki)
Bagi masyarakat yang bermukim di tepi kali comberan, yang hanya terdiri dari puluhan gubuk-gubuk reot, parade hingar bingar adalah hal yang biasa terjadi. Terlebih pada saat matahari mulai menciumi bau busuk pada tepian kali comber yang dipenuhi bermacam-macam sampah. Sumpah serapah, caci maki, suara bantingan piring yang sering berakhir dengan saling cakar, ternyata telah menjadi upacara bangun pagi yang mengasyikkan. Hingga, tak ada satupun yang menarik untuk didengar, apalagi ditonton.
Inilah kisah tentang kaum comberan, kisah tentang orang-orang yang mengatakan bahwa hidup adalah untuk makan dan senang-senang!
I
Sebuah gubuk reot persis di tepi kali comberan. Dengan artistik ruangan 3x4 meter yang amat sederana, tampak seorang bapak paroh baya keluar dari kamar yang hanya dibatasi oleh triplek dan kain kumal. Pak Johari namanya, ia menguap lalu duduk di dipan kayu yang sama reotnya. Terasa sekali bahwa denyut kehidupan di rumah ini baru dimulai pada pukul 7 pagi.
Pak Johari terlihat sibuk dengan tumpukan-tumpukan kertas di atas mejanya. Ada banyak angka-angka yang tertulis di kertas itu. Ia terlihat berpikir keras, tak ubahnya seperti seorang professor yang akan menyelesaikan penelitiannya. Kemudia ia batuk-batuk, lalu meludahkan dahak kental ke lantai dengan santai.
JOHARI:
Merah delima?
(Johari kembali berpikir keras. Kemudian ia teringat sesuatu, lalu mencarinya diantara tumpukan kertas tersebut, tapi tidak ketemu)
Tum! Tumiyah! Tumiyah…!
(Tak ada sahutan, Johari lalu mengambil sisa tembakau tadi malam dan melinting, membakar, alu menghirupnya dalam-dalam)
Tumiyah! Tum! Hei! Apa kau lihat lembaran syair yang tadi malam kutarok di meja?
Tum! Kau dengar aku Tum?
(Tetap tak ada sahutan, Johari kemudian melanjutkan pekerjaannya)
II
Tiba-tiba Tumiyah datang membawa ember plastik sambil membanting daun pintu. Tak ayal lagi, sumpah serapah keluar dari mulutnya sendiri. Johari tetap konsentrasi dengan pekerjaannya. Sepertinya sikap Tumiyah yang datang begitu tiba-tiba adalah hal biasa yang dinikmatinya tiap hari.
TUMIYAH:
Betul-betul kurang ajar itu anak! Pagi-pagi sudah mencuri! Dasar anak jadah! Kau tahu Pak Tua? Uangku 3000 perak yang kusimpan di lemari sudah dicuri oleh si Ujang, padahal uang itu akan kupakai untuk membeli minyak tanah! Dasar anak sinting! Anak setan!
JOHARI:
Heh, apa kau lihat lembaran syairku yang kusimpan disini?
TUMIYAH:
Mana aku tahu syairmu, pagi ini aku sedang kesal. Lagi pula, apa tidak ada pekerjaan lain selain meramal syair-syair sialanmu itu?
JOHARI:
Dari pada kau mencaci maki terus-terusan, lebih baik kau bikinkan aku segelas kopi, biar otakku sedikit encer menghitung angka-angka ini
TUMIYAH:
Hari ini tak ada kopi Pak Tua! Sebaiknya kau simpan saja impianmu itu!
JOHARI:
Alah! Kau tahu apa tentang merah delima?
(Johari melanjutkan pekerjaannya dan Tumiyah menghilang menuju dapur)
III
Ketika Johari asyik dengan pekerjaannya, Ujang anaknya—yang masih berusia 10 tahun—datang, pakaiannya basah kuyup. Dengan melenggang kangkung, ujang mendekati bapaknya dan duduk di dipan. Matanya sibuk memperhatikan bapaknya yang sibuk menghitung angka-angka.
JOHARI:
He, anak jadah! Kenapa bajumu basah? Heh, aaa, aku tahu, kau pasti ngintip janda kembang itu mandi ya? Kecil-kecil sudah kurang ajar! Ayo pergi sana! Ganti bajumu! Mengganggu konsentrasiku saja!
(Dengan cuek Ujang beranjak menuju dapur, Johari masih melototkan matanya pada Ujang. Setelah Ujang menghilang, Johari kembali dengan pekerjaannya. Tapi, itupun hanya sebentar, karena tak lama setelah itu, Ujang berlari keluar dari dapur diiringi terikan istrinya yang memekakkan telinga.)
TUMIYAH:
Anak sialan! Hei, mau kemana kau? Heh, jangan lari! Kembalikan dulu uangku yang 3000 perak! Pasti kau yang mencurinya! Hei, jangan lari! Keparat, sampai kapan kau mempermainakan orang tua, heh? Awas kau! Awas!
(Tumiyah terlambat, lari Ujang begitu cepat, begitu keluar dari dapur, ia hanya mendapati suaminya yang tengah asyik dengan angka-angkanya, kontan saja, suaminya pun jadi sasaran kemarahannya)
TUMIYAH:
Pak tua, apa kau pikir akan makan dengan berada di rumah terus, heh? Ke pasar kek, kemana saja. Aku sudah tidak punya minyak tanah pak tua!
JOHARI:
Kau ikhlaskan saja 3000 perak itu, untuk beli minyak tanah ngutang dulu di warung si Leman, aku sedang nunggu si Kontan untuk urusan penting.
TUMIYAH:
Kontan gundul bonyok! Apa sepenting itu Kontan hingga kau harus menunggu? Dengar pak tua, utang sama si Leman sudah tiga puluh ribu perak, yang penting sekarang minyak tanah, bukan Kontan
JOHARI:
Perempuan goblok, kau tahu apa tentang merah delima? Heh, kalau jadi…hem. Kita akan lekas kaya! Aku akan bangun rumah dengan lampu yang lebih besar dari yang ada di Griya Arta sana. Biar mereka nyahok! Kemudian, aku akan…
TUMIYAH:
Alah sudah! Dasar pembual!
(Tumiyah memotong ucapan suaminya, bertengkar dengan lelaki ini, tak akan menghasilkan apa-apa. Otaknya sudah budek. Lalu menyapu gubuknya yang seperti kapal pecah. Tengah asyik menyapu, ia teringat bahwa hari ini adalah hari rabu. Tumiyah tersenyum, emosinya sedikit reda. Ia berhenti menyapu dan mendekati suaminya yang sedang mabuk membayangkan rumah sehebat Griya Arta)
TUMIYAH:
Apa kau sudah mendapatkan inpo alam pak tua?
JOHARI:
Heeeeh perempuan, kamu bilang enggak punya duit!
TUMIYAH:
Weeaalahh, tololnya, kalau kau menang kan aku juga yang senang, lagian, apa kau punya duit? Beli minyak tanah saja tidak becus!
JOHARI:
Ya sudah, aku cuman mancing-mancing kalau kamu diam-diam masih menyembunyikan uang. Hem, kelihatannya wangsit kali ini memang benar. Coba kau bayangkan, dalam mimpi itu aku dikelilingi tiga ekor kalkun. Kalkun Arab. Setelah dikutak-kutik, ternyata kena pada tujuh delapan dengan ekor dua tujuh. Pokoknya untuk yang satu ini aku harus bisa. Aku akan mengandalkan si Kontan, setidaknya untuk dua kupon
TUMIYAH:
Terserah, mau Kontan mau setan, aku sudah tak mau tahu, yang penting sekarang minyak! Aku tak mau kelaparan karena Kontan.
(Tumiyah buru-buru bangkit, menyelesaikan pekerjaanya menyapu rumah, agak lama. Ia menoleh ke belakang, ke arah suaminya yang masih bermimpi dengan rumah seindah Griya Arta, hati-hati, ia kemudian menyelinap keluar, bukan ke warung Leman, tetapi ke Pasar untuk membeli dua lembar kupon)
IV
Hingga pukul 12.00 siang, Kontan belum jua muncul. Tiba-tiba Ros—anak gadisnya—muncul, Ros datang dengan membawa nasi bungkus dan memakannya sendiri dengan enak. Pak Johari jadi iri dan lapar. Pak Johari jadi ingat bahwa perutnya belum di isi sejak pagi tadi, sedang Tumiyah istrinya ngelayap entah kemana.
JOHARI:
Tentu kau masih menyimpan uang, belikan ayah sebungkus lagi, pake tahu
ROS:
Nggak! Nggak mau. Uangku hanya tingga 2000 perak buat beli viva, bedakku habis
(Ros tiba-tiba menjauh, menjaga nasinya agar tidak terjangkau oleh ayahnya)
JOHARI:
Heh, bukankah itu uangku? Uang dari si Ujang kan?
ROS:
Enak saja, bang Nasrul yang kasih aku lima ribu
JOHARI:
Nasrul? Laki-laki brengsek itu? O ya, kalau begitu tolong kamu pinjamkan sama Nasrul. Nasrul senang kamu? Bagus. Tidak apa-apa
ROS:
Nggak! Pergi saja sendiri
(Ros kemudian lari ke belakang, tentu saja Johari marah sambil berteriak)
JOHARI:
Keparat! Awas kamu Ros, aku doakan kau nyahok dengan Nasrul!
(Pak Johari pun pergi keluar rumah)
V
Malam telah larut, lampu minyak telah lama dinyalakan. Kecuali Pak Johari yang memang belum pulang, semua penghuni di rumah itu telah lama lelap bersama mimpi-mimpi indahnya. Ya, tak ada yang perlu dikerjakan selain tidur. Hanya dengan tidurlah keluarga semacam itu bisa tentram dan sunyi.
Pukul sebelas malam, pak Johari baru pulang. Tubuhnya sedikit oleng pertanda sedang mabuk berat. Mulutnya menceracau-ceracau tak karuan. Memanggil-manggil Tumiyah Istrinya.
JOHARI:
Tum, Tumiyah, aku gagal Tum, hik, aku gagal mendapatkan kupon itu, padahal nomornya jitu, hik. Jika saja tidak, mungkin malam ini kita sudah bercinta di Griya Arta, eh, hik, bercinta? O ya, malam ini kita bercinta lagi ya Tum, hik, itulah obat bagi segalanya, hik. Tenanglah Tum, besok akan kupikirkan lagi kabar tentang merah delima, hik. Tum, hik, Tum..
(Mulut Johari terus menceracau, dalam benaknya sudah terbayang nikmatnya bercinta dengan Istrinya. Johari kemudian bergerak menuju salah satu kamar dalam gubuknya, tapi bukan ke kamar dimana Tumiyah Istrinya telah lama terlelap. Barangkali gara-gara terlalu mabuk sehingga Johari lupa bahwa ia telah masuk ke kamar Ros anak gadisnya. Dan…)